Rabu, 16 Februari 2011

Arsenal

Posted by Tirta Bachdim 21.07, under | No comments




foto

Pemain Arsenal Robin van Persie, Cesc Fabregas dan Jack Wilshere, usai mengalahkan Barcelona dalam pertandingan leg pertama Liga Champions di stadion Emirates, London, (17/2). REUTERS/Albert Gea

TEMPO Interaktif, Jakarta - Secara mengejutkan Arsenal bisa mengalahkan Barcelona 2-1 dalam pertandingan leg I putaran 16 Besar Liga Champions di kandangnya, Kamis 17 Februari 2011, dini hari. Setelah ketinggalan 0-1 di babak pertama, Arsenal bangkit memborong dua gol. Satu gol dicetak Robin van Persie dan satu lagi dibuat Andrey Arshavin.

Kemenangan ini mengejutkan banyak pecinta bola. Orang tahu, Arsenal memiliki gaya serangan mirip dengan Barcelona. Bola mengalir cepat lewat operan pendek dan kepiawaian individu menggocek. Di tangan pelatih Arsene Wenger The Gunners adalah Barcelona-nya Inggris.

Beberapa hari sebelum pertandingan, Arsene Wenger sendiri sempat ragu bisa mengalahkan Barcelona yang kini duduk di puncak klasemen La Liga Spanyol. Apalagi, pemain-pemain Barcelona sebagian besar adalah pemain inti tim nasional Spanyol yang terbukti menjadi juara dunia dan juara Eropa seperti duo gelandang Xavi, Iniesta, dan penyerang David Villa. Mereka juga punya pemain terbaik dunia Lionel Messi. Adapun Arsenal adalah kumpulan para pemain muda yang berbakat seperti Cesc Fabregas, Samir Nasri, van Persie, dan Theo Walcott.

"Barcelona adalah klub terbaik dalam sejarah sepakbola," ujar Cesc Fabregas, motor serangan Arsenal.

Dalam pertandingan Kamis malam, Barcelona seperti diduga langsung mengambil inisiatif menyerang. Dengan gaya serangan operan pendek tik-tak mereka mencoba mengurung Arsenal. Namun, tim asal London Utara ini bisa meladeni serangan Barca. Bahkan peluang matang pertama justru dilahirkan Arsenal. Pada menit ketiga tendangan bebas Samir Nasri mengincar gawang Barcelona. Peluang tersebut bisa digagalkan kiper Victor Valdes.

Serangan Barcelona berbuah gol saat David Villa menjebol gawang Arsenal pada menit ke-26. Gol ini bermula dari umpan terobosan sang superstar Lionel Messi. Skor 0-1 itu bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, anak asuh Arsene Wenger tak menyerah. Mereka justru menciptakan dua gol ketika pertandingan akan berakhir. Gol pertama Arsenal dicetak Robin van Persie di menit ke-78. Setelah itu pemain pengganti Andrey Arshavin memastikan kemenangan tim Gudang Peluru berkat golnya menit ke-83.

Kunci kekalahan Barcelona, menurut pelatihnya Pep Guardiola, adalah karena Barcelona gagal memanfaatkan banyak peluang. "Kami mengendalikan permainan dan kami hanya perlu menciptakan kesempatan seperti yang kami lakukan di laga ini di Camp Nou dan nanti," kata Pep di Reuters. Dia yakin, di pertarungan leg kedua nanti akan menjadi pertarungan yang terbuka dan sengit.

Pelatih Arsene Wenger menyambut kemenangan itu dengan sukacita. "Ini adalah salah satu dari malam yang spesial," kata Wenger. menurut pelatih yang pintar mencetak pemain bintang ini, kunci kemenangan Arsenal adalah daya juang.

"Kami menderita kekalahan di beberapa momen, tapi kami tidak pernah menyerah. Kami sudah menunjukkan kekuatan khusus dan semangat pantang menyerah yang besar," katanya seperti dikutip BBC.

Arsenal kecolongan gol, menurut van Persie karena kesalahan timnya sendiri. Mereka tertekan dan bermain terlalu ke belakang. Akibatnya, Messi, dan kawan kawan leluasa mendikte permainan.

Kelemahan itu disadari Arsene Wenger. Di babak kedua, mereka mengubah pola permainan dengan berani menyerang. Kami hanya memainkan permainan kami. Jika Anda bermain terlalu ke belakang mereka akan mengalahkan Anda," ungkap Van Persie.

"Kami harus mengalahkan mereka dengan gaya mereka sendiri. Kami punya sedikit keberuntungan untuk itu," katanya.


Diskriminasi

Posted by Tirta Bachdim 20.26, under | No comments

PENDIDIKAN - PENDIDIKAN
Kamis, 17 Februari 2011 , 01:31:00
Kemdiknas-Kemenag Bentuk Badan Penyetaraan
Diskriminasi Lulusan Pendidikan Keagamaan Segera Dihapus

JAKARTA — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) dan Kementerian Agama (Kemenag) akan segera membahas rencana penghapusan diskriminasi pendidikan agama. Penghapusan diskriminasi tersebut akan dilakukan dengan cara membentuk badan ‘muadalah’ atau penyetaraan.

“Jadi misalnya pondok pesantren, sekolah pastorial dan sekolah agama lainnya yang lama pendidikannya bisa mencapai 10 tahun, akan disetarakan dengan tingkat sekolah regular. Kalau 10 tahun mungkin bisa disetarakan dengan SMP atau SMA,” ujar Mendiknas di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Rabu (16/2).

Jika dilihat dari sisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), lanjut Mendiknas, pendidikan memang dibedakan menjadi 2 jenis, yakni pendidikan umum dan pendidikan keagamaan. “Semua itu masuk di dalam rumah besar sistem pendidikan nasional. Akan tetapi kenyataan di lapangan sering terjadi diskriminasi,” tukasnya.

Bentuk diskriminasi tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya lulusan pesantren atau sekolah pastorial yang sudah bertahun-tahun mendapat pendidikan, ternyata tidak bisa disetarakan dengan pendidikan umum. Hal ini terjadi karena belum ada standarisasi pendidikan keagamaan.

“Nah,jika sudah dibentuk badan penyetaraan, maka para lulusan pondok pesantren dan sekolah keagamaan lainnya bisa mengantongi ijazah layaknya sekolah reguler,” paparnya.

Lebih lanjut Mendiknas menambahkan, badan penyetaraan ini dipastikan akan dibentuk dalam waktu dekat. Dengan adanya penyetaraan ini diharapkan lulusan sekolah keagamaan yang sebelumnya tidak memiliki ijazah, akan dapat memeroleh ijazah penyetaraan.

“Pokoknya tahun ini harus sudah dibentuk. Apalagi hampir setiap tahun ada Pilkada. Banyak sekali calon pemimpin daerah yang mengikuti Pilkada jebolan pesantren dan tidak memiliki ijazah regular. Hal ini akan segera dibahas dengan Kemenag. Akan tetapi yang paling bertanggung jawab tetap Kemdiknas,” tandasnya. (cha/jpnn)

F1

Posted by Tirta Bachdim 20.16, under | No comments

Roma - Lebih dari sepekan usai kecelakaan, Robert Kubica sudah sadar dan bisa bicara. Rupanya, pembalap Polandia itu ingin kursinya di Renault ditempati oleh Vitantonio Liuzzi.

Kubica mengalami kecelakaan parah di sebuah reli di Italia, 10 hari lalu. Pria 27 tahun itu mengalami patah kaki dan lengan, serta yang paling parah, terancam cacat di tangan.

Setelah menjalani operasi dan dirawat di ruang perawatan intensif, Kubica pada Selasa (15/2/2011) sudah sadar dan bisa berbicara. Sejumlah pembalap F1 menemuinya di RS atau bicara di telepon.

Selain beberapa pembalap, ada juga perwakilan tim Lotus Renault yang menemui Kubica. Dilansir Crash, orang Renault itu kemudian bertanya kepada Kubica perihal siapa pembalap yang layak menggantikannya di kokpit F1.

Secara mengejutkan, Kubica menyebut nama Liuzzi, pembalap Italia yang tahun lalu membalap untuk Force India tetapi tidak mendapatkan kursi tahun ini. Kubica dikabarkan menyebut kalau Liuzzi lebih baik ketimbang Heidfeld.

Patut diketahui, Kubica memang berteman baik dengan Liuzzi juga dengan Heidfeld.

Ucapan Kubica ini berlawanan dengan keyakinan banyak orang bahwa calon terkuat pengisi kursi Kubica adalah Nick Heidfeld. Pasalnya, Heidfeld tampil ciamik dalam tes bersama Renault di Jerez pekan lalu.

Pada hari Senin (14/2), dikabarkan Renault akan meresmikan Heidfeld, tetapi kabar itu tidak terbukti. Hal ini memunculkan spekulasi kalau Renault mungkin masih ingin mencoba kemampuan Liuzzi

Rabu, 09 Februari 2011

coba

Posted by Tirta Bachdim 20.52, under | No comments

saya


satria

Torres

Posted by Tirta Bachdim 20.11, under | No comments

Torres Bantah Tinggalkan Liverpool Karena Uang
Torres Bantah Tinggalkan Liverpool Karena Uang REUTERS/Toby Melville/wt
LONDON--MICOM: Fernando Torres membantah keras tudingan yang mengatakan keputusannya meninggalkan Liverpool adalah karena uang. Ia menegaskan, dirinya pergi karena alasan olah raga semata, bukan yang lain.

Torres menyulut kemarahan fans Liverool dengan keputusannya yang hengkang dari Anfield ke Stamford Bridge. Dengan harga sebesar 50 juta poundsterling, penyerang internasional Spanyol itu mencatatkan namanya sebagai pemain termahal di Liga Primer Inggris. Banyak yang menilai kepindahannya tersebut didasari karena godaan uang yang sangat besar, terlebih Torres pernah menyatakan kesetiaannya kepada The Reds.

Sejumlah aksi keksalan dilancarkan Liverpudlian--julukan fans Liverpool, atas sikap Torres tersebut, termasuk membakar jersey Torres saat masih berkostum Liverpool. Torres tidak terlalu memusingkan bentuk kekesalan Liverpudlian tersebut. Yang ia sesalkan adalah tudingan karena dirinya dianggap tergoda oleh uang.

"Uang bukanlah hal yang penting. Alasan saya pergi adalah untuk meningkatkan semangat olah raga," ungkap Torres saat wawancara dengan Cadena Ser, seperti dilansir tribalfootball.com, Selasa (8/2). "Saya berpikir saya akan tinggal satu tahun lagi dan menganggapnya sebagai musim transisi. Tapi tawaran itu datang ketika Anda kehilangan antusiasme, sementara anda melihat di tim nasional Spanyol permainan ada pada tingkat yang berbeda," tuturnya.

"Kemudian ketika semuanya tampak hitam, Chelsea datang dan menunjukkan minat yang nyata."

Meski kini Torres telah berseragam The Blues, dirinya tetap menempatkan Liverpool sebagai suatu yang istimewa. Ia akan selalu berterima kasih kepada Liverpool yang memboyongnya dari Atletico Madrid ke Liga Primer.

"Chelsea adalah seperti Manchester United, yang terkuat selama 10 tahun terakhir." "Tapi Liverpool akan selalu sangat istimewa bagi saya," tutur Torres. "Karena sejarah, Liverpool adalah sebuah klub yang lebih besar tetapi kini sedang melalui masa sulit," tandasnya.

Torres telah menjalani laga bersama Chelsea dengan menghadapi Liverpool, akhir Minggu kemarin. Dalam debutnya tersebut, Torres tidak bisa menampilkan performa yang baik dan mendapat ejekan dari Liverpudlian selama pertandingan.(pj/OL-04)